++ AzAb KaUm hAwA ++

2 comments
Saudara dan saudari kaum muslimin dan muslimat
Renungan
khususnya untuk para wanita dan diriku sendiri.....

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat
Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah.

Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw menangis. Beliau menjawab,

"Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Kerana, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk kerana penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,
beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang
rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi saw.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?

*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka kerana ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.

*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.
Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan..nauzbillah.. ^_^

HATI YANG DILUKAI,ADA PARUTNYA,WAHAI ANAKKU!!

2 comments
Jangan suka menyakiti hati orang lain dengan kata-kata kita ,” nasihat seorang ibu kepada anaknya.


“Saya tahu itu salah, ibu. Tapi, saya akan cepat minta maaf. Itu satu kelebihan juga, bu?” Kilas si anak.


“Tetapi perbuatan kamu itu menyakitkan hati orang, anakku,” kata ibu itu lagi.


“Saya rasa tidak, saya tidak kejam. Selepas minta maaf, segala-galanya langsai, bu.”


Si ibu berfikir. Apakah cara untuk menyedarkan anaknya daripada sifat buruk ini?
“Kalau begitu, kamu ikut cadangan ibu ini. Moga kamu akan fahami maksud ibu nanti.”


Tanpa membantah anak itu setuju.


“Begini, setiap kali kamu menyakiti hati seseorang, kamu ketuk sebilah paku ke dinding ini.


Kemu dian , setelah kamu meminta maaf, kamu cabut semula paku yang kamu ketuk itu!”

“Baik, ibu.”

Beberapa bulan berlalu, mereka sama-sama menghadap dinding tersebut.

“Lihat ibu, mana ada paku yang tinggal?” Ujar si anak dengan bangga. “Semuanya telah dicabut. Memang ramai orang yang saya sakiti hati mereka, tetapi semuanya telah memaafkan saya setelah saya meminta maaf.”

“Betul kamu sudah minta maaf dan mereka telah memaafkan, tapi sedarkah kamu…?”

“Maksud ibu?”

“ Cuba kamu tengok dinding ini. Semuanya sudah tebuk, calar dan ‘berkematu’. Itulah hati-hati yang telah kamu sakiti. Walaupun kamu sudah dimaafkan, tetapi kesan perbuatan buruk itu masih berbekas di hati mereka. Hati yang dilukai ada parutnya, anakku…”

Si anak merenung dinding yang di tebuk-tebuk itu. Sudah tidak indah lagi seperti asalnya. Begitukah hati-hati orang yang telah aku sakiti????

P/S::::Meminta maaf adalah perbuatan terpuji. Tetapi berusaha agar kita tidak terpaksa meminta maaf (maksudnya menghindarkan diri daripada menyakiti hati orang lain) jauh lebih terpuji... ^_^

** kasihnya seorang abang**

0 comments

Sedih bla kita tengok gambar nih..


Cukup memilukan hati...


Gambarnya murah.....tapi nilai sebenarnye berjuta....


Renung-renunglah kita semua...


Kekadang Allah menyempitkan...Supaya kita tak hanyut dalam kesenangan...Kekadang Dia melapangkan....Supaya kita tak selalu dipagut kesempitan...Kekadang Dia melepaskan kita dari kedua-duanya...Supaya kita tidak bergantung kepada sesuatu selain-Nya!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright © 2012. All Right Reserved by YatZakie